Showing posts with label Fashion. Show all posts
Showing posts with label Fashion. Show all posts

Monday, June 01, 2026

Biyan Spring Summer 2027: Patina



BIYAN Spring/Summer 2027 "Patina" adalah salah satu pertunjukan mode yang terus bertahan dalam ingatan saya, bahkan setelah lampu panggung padam dan para tamu meninggalkan ruangan.

Awal Juni lalu, Biyan Wanaatmadja mempersembahkan koleksi terbarunya di InterContinental Jakarta Pondok Indah. Bahkan sebelum acara dimulai, rasa penasaran saya sudah muncul saat menerima undangan bernuansa hijau dan emas dengan ilustrasi pohon yang menjadi elemen utamanya. Saya bertanya-tanya, apa yang akan ditampilkan seorang desainer yang telah berkarya lebih dari empat dekade dan tetap mampu mempertahankan relevansinya hingga hari ini?

Jawabannya mulai saya temukan bahkan sebelum model pertama melangkah ke runway.

Memasuki ruangan, mata saya langsung tertuju pada ilustrasi pohon berukuran besar yang mendominasi area panggung. Bukan sekadar elemen dekoratif, pohon itu terasa menjadi pusat dari keseluruhan cerita yang ingin disampaikan malam itu. Ketika alunan piano mulai terdengar, para model berjalan dari berbagai arah, saling berpapasan dan menyilang. Gerak mereka mengingatkan saya pada akar yang tumbuh diam-diam di bawah tanah, menjalar ke berbagai sisi dan terus mencari kehidupan.

Saat itulah saya mulai memahami makna di balik nama Patina.

Dalam dunia seni dan desain, patina merujuk pada jejak yang dibentuk oleh waktu. Sebuah lapisan yang muncul secara alami melalui proses, usia, dan perjalanan panjang. Bukan sesuatu yang baru atau sempurna, tetapi justru menjadi indah karena telah mengalami banyak hal. Gagasan tersebut diterjemahkan Biyan ke dalam koleksi yang terasa sangat dekat dengan alam dan siklus kehidupan.

Alih-alih menghadirkan musim semi melalui warna-warna cerah dan nuansa yang riang, Biyan memilih pendekatan yang lebih tenang dan reflektif. Palet warna yang mendominasi koleksi ini mengingatkan saya pada suasana alam setelah hujan, seperti hijau lumut, hijau hutan, biru Prusia, moka, ecru, hingga berbagai gradasi cokelat tanah. Ada keteduhan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Sesaat saya merasa seperti sedang berjalan di bawah rindangnya pepohonan.

Kesan tersebut semakin kuat ketika Mariana Renata membuka pertunjukan malam itu. Mengenakan mantel panjang bernuansa hijau hutan yang dipadukan dengan blus berkerah dan bawahan bermotif senada, ia langsung menetapkan suasana yang akan mengalir sepanjang pertunjukan. Detail bros berbentuk burung di bagian leher menjadi sentuhan yang mempertegas hubungan koleksi ini dengan alam.

Seiring pertunjukan berjalan, perhatian saya tertuju pada permainan tekstur yang menjadi salah satu kekuatan utama koleksi ini. Linen, katun, silk twill, organza transparan, tulle, hingga lamé dipadukan dengan sangat harmonis sehingga menghasilkan dimensi yang kaya. Banyak siluet dibuat longgar dan mengalir, memungkinkan setiap material bergerak bebas mengikuti langkah para model.

Pada beberapa tampilan, lengan berukuran besar bergerak menyerupai sayap yang sedang mengepak. Efek visualnya sederhana, tetapi sangat memikat. Saya mendapati diri terus mengikuti pergerakan kain yang berubah-ubah seiring langkah para model di atas runway. Menariknya, selain motif floral yang hadir sebagai bagian dari identitas Biyan, koleksi juga menghadirkan permainan garis, motif botani, dan berbagai detail organik yang membuat keseluruhan koleksi terasa lebih matang dan berlapis. Setiap tampilan seolah memiliki cerita yang ingin disampaikan tanpa harus tampil berlebihan.

Kekaguman saya semakin bertambah ketika melihat bagaimana Biyan memainkan aksesori. Anting-anting panjang yang menjuntai, kalung berukuran besar, hingga bros berbentuk burung tampil menonjol tanpa mengalihkan perhatian dari busana itu sendiri. Justru sebaliknya, aksesori-aksesori tersebut menjadi bagian penting dari narasi koleksi. Mereka berbicara tentang alam, kebebasan, dan kehidupan yang terus tumbuh serta bertransformasi.

Di tengah dominasi koleksi perempuan, lini menswear juga hadir dengan potongan santai, seperti celana pendek longgar dan kemeja berpotongan rileks menghidupkan nuansa musim panas yang ringan dan effortless. Ada sentuhan gaya kota-kota pesisir Eropa. Namun, tetap terasa memiliki identitas Asia yang kuat melalui permainan tekstur dan layering khas Biyan.

Ketika pertunjukan berakhir dan para model melakukan final walk, saya menyadari bahwa yang paling membekas adalah suasana yang dibangun sepanjang pertunjukan. Patina bukan koleksi yang berusaha menjadi paling mencolok atau paling ramai. Ia tidak berteriak untuk menarik perhatian. Sebaliknya, koleksi ini mengajak penontonnya untuk melambat sejenak, menikmati detail-detail kecil, dan menghargai proses yang sering kali luput dari perhatian.

Mungkin karena itulah koleksi ini terasa begitu relevan dengan kehidupan saat ini. Di tengah dunia yang serba cepat dan instan, Patina mengingatkan bahwa ada keindahan yang hanya bisa lahir dari waktu. Dari perjalanan panjang. Dari proses bertumbuh yang berlangsung perlahan dan sering kali tidak terlihat. Dan bagi saya, itulah yang membuat malam itu begitu berkesan.


Wednesday, March 18, 2026

Biyan Spring Summer 2026 in Bangkok

 





Foto: Courtesy of Biyan

Koleksi Spring/Summer 2026 Biyan di The Glass House, Nai Lert Park, Bangkok.

Monday, December 01, 2025

Studio 133 Biyan Spring/Summer 2026 "Reforged"



    Studio 133 Biyan membuka koleksi Spring/Summer 2026 di InterContinental Jakarta Pondok Indah pada Senin, 1 Desember 2025, dengan cara yang tidak biasa, hening, perlahan, dan penuh permenungan. Di tengah tren cepat dan gemerlap, “Reforged” tampil sebagai ajakan untuk kembali pada akar, kejujuran, dan keindahan yang lahir dari proses panjang.Latar rumah tua berlapis seng yang dibiarkan apa adanya menjadi panggung yang jujur. Tidak ada kilau berlebihan, hanya ruang yang apa adanya, yang justru mempertegas kelembutan dan detail koleksi.

    Show diawali dengan dua model yang berjalan berpasangan. Gerak mereka serupa. Namun, berbeda dalam detail, memberi gambaran tentang identitas yang lentur dan terus berkembang. Formasi yang berubah sepanjang show menambah narasi tentang fluiditas tentang bagaimana identitas, gender, dan ekspresi bisa terus bergerak tanpa kehilangan inti.

    Koleksi ini banyak mengambil inspirasi dari pakaian kerja dan material tahan lama. Namun, Studio 133 Biyan mengolahnya menjadi siluet yang lebih lembut dan kontemporer, seperti jaket struktural, jumpsuit longgar, celana baggy, tunik yang mengikuti gerak tubuh, hingga cocoon shapes yang khas. Palet warna bergerak dari nada industrial ke warna-warna lebih hidup (hijau, biru, merah, oranye) seperti proses transformasi. Motif pun berperan sebagai arsip kecil, seperti garis-garis, geometri, hingga ilustrasi fauna yang mengingatkan pada dunia yang terus berubah. Keahlian tangan tetap menjadi pusat perhatian. Sulaman tipis, konstruksi twisted, dan manik-manik yang nyaris tak terdengar membuat setiap busana terasa personal, seperti karya yang lahir dari ketekunan, bukan sekadar dekorasi.

   Di tengah dunia mode yang sering mengejar hal baru, “Reforged” mengingatkan bahwa nilai dari sebuah proses tetap hidup meski waktu mengikisnya. “Reforged” bukan hanya koleksi musim panas, ia adalah cara pandang bahwa keindahan lahir bukan dari kesempurnaan, tetapi dari keaslian.

Thursday, October 30, 2025

"Lenggak Lenggok" Binhouse di Plaza Indonesia Fashion Week 2025

 

@luccayg Binhouse “Lenggak Lenggok” di Plaza Indonesia Fashion Week 2025 #pifw2025 ♬ Garam & Madu (Sakit Dadaku) - Tenxi & Jemsii & Naykilla


Koleksi terbaru dari Binhouse dengan tema Lenggak Lenggok memukau para penonton di Plaza Indonesia Fashion Week 2025. Menampilkan kebaya dengan palet warna yang playful dan perpaduan tekstur yang memikat, koleksi ini menghidupkan kembali keanggunan klasik dengan sentuhan modern yang penuh gaya. 

Wednesday, July 30, 2025

Biyan Spring/Summer 2026: "A Chromatic Reverie"

@luccayg

A whisper of grace, a bloom of strength. Biyan Spring/Summer 2026 celebrates quiet power in every stitch. Stepping into A Chromatic Reverie, a poetic journey through color and texture, unfolding like an unforgettable dream. ✨💜

♬ Drama - CTM
@luccayg

Biyan Spring/Summer 2026, A Chromatic Reverie ✨

♬ original sound - dylansmovin
 


        Begitu musik pertama mengalun, rasanya waktu ikut melambat. Satu per satu, siluet karya Biyan Wanaatmadja muncul dari balik tirai, membawa penonton masuk ke dalam A Chromatic Reverie, mimpi yang dituangkan lewat warna. 

        Warna jadi bahasa utama koleksi ini. Ungu lembut, kuning saffron, zamrud pekat, sampai biru navy saling “berbicara” di atas kain, menciptakan suasana yang berganti antara tenang dan dramatis. Benang emas yang mengalir di beberapa tampilan terasa seperti “alur waktu,” menghubungkan akar tradisi dengan sentuhan modern. 

        Bahan yang digunakan pun beragam: sutra yang mengilap, velvet mewah, tafetta, sampai lamé jacquard bertekstur. Biyan memadukannya dengan presisi, lengkap dengan bordir tangan, kristal, makrame, hingga hiasan logam, sehingga setiap karya terasa seperti perhiasan yang bisa dipakai. 

        Koleksi ini juga bermain dengan bentuk. Ada potongan berstruktur tegas, ada drapery lembut yang mengalun mengikuti langkah model. Sentuhan modern pada sarung dan beskap menunjukkan bagaimana warisan Nusantara bisa diceritakan kembali dengan bahasa desain masa kini.

        Aksesori seperti kalung medali besar, bros antik, tas berhias payet, dan syal sutra bukan sekadar pelengkap. Mereka adalah “penjaga cerita,” menyampaikan makna personal sekaligus memperkuat narasi visual koleksi. 

        A Chromatic Reverie adalah perjalanan emosional yang menghubungkan tradisi, estetika, dan ekspresi pribadi. Lewat koleksi ini, Biyan menegaskan bahwa busana bukan sekadar tren, tapi cara untuk menghidupkan kembali nilai-nilai warisan, sambil tetap relevan dengan zaman sekarang.


Monday, October 28, 2024

Keseimbangan dalam Koleksi Musim Panas 2025 oleh Studio 133 Biyan

@luccayg @BIYAN Studio 133 Biyan mempersembahkan koleksi musim panas 2025 dengan tema "Equilibrium," yang menggambarkan keseimbangan dalam hidup. Harmoni antara keindahan alam dan desain modern yang anggun digambarkan dalam sentuhan embroidery dan ornamental motif botani, binatang, dan garis geometris. Setiap detail koleksi ini adalah representasi dari ketenangan dan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan keseimbangan manusia dalam kehidupan. #fashion #biyan #springsummer @InterContinental Jakarta ♬ Breathe - Télépopmusik


Studio 133 Biyan kembali merilis koleksi busana terbaru yang bertajuk "Equilibrium" untuk musim semi dan panas 2025. Koleksi ini dirilis melalui peragaan busana yang memikat di Intercontinental Hotel Pondok Indah, pada Senin (28/10). Peragaan busana ini menampilkan 110 rancangan busana siap pakai untuk perempuan dan laki-laki.

Biyan menceritakan, setiap pakaian yang dihadirkan dalam koleksi Equilibrium mengisahkan tentang keseimbangan dalam kehidupan. Filosofi ini muncul dari kegelisahan Biyan tentang manusia yang semakin sibuk dengan rutinitas sehari-hari dan seakan melupakan keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Dalam dunia yang semakin cepat dan penuh tekanan, Studio 133 Biyan berupaya mengajak para penikmat mode untuk menjelajahi perjalanan estetika yang memadukan elemen alam dan budaya dalam desainnya.

Biyan menampilkan keseimbangan manusia dengan alam dalam guratan sulaman dan cetak bermotif botanikal tropikal, dibingkai berbagai hewan-hewan, dikombinasi garis geometris dan ornamental. Fokus warna dalam koleksi ini mencerminkan nuansa alam, mulai dari hijau daun, biru langit, hingga nuansa tanah yang hangat. Semua dibungkus dalam pemilihan bahan material nyaman, didominasi oleh katun, organza sutra, dan satin menciptakan perpaduan sempurna antara keanggunan dan kenyamanan.

Siluet koleksi Equilibrium menggabungkan kesan modern dan klasik. Dengan potongan yang ringan dan mengalir, setiap pakaian melambangkan kebebasan bergerak. Sentuhan kontemporer terlihat dalam teknik layering yang menawarkan fleksibilitas gaya, memberi ruang bagi pemakainya untuk bereksplorasi. Aksesori dalam koleksi ini dirancang untuk melengkapi setiap tampilan. Dari tas yang praktis dan bergaya hingga perhiasan yang elegan.

Koleksi Equilibrium dari Studio 133 Biyan bukan hanya tentang pakaian, tetapi menjadi bukti bahwa seni dan mode bisa berdampingan dengan pesan yang kuat. Koleksi ini memberi inspirasi untuk merayakan keindahan dalam keseimbangan hidup di tengah dunia yang serba cepat. Equilibrium mnejadi panggilan untuk berkontribusi terhadap dunia yang lebih berkelanjutan.

Wednesday, October 23, 2024

DEWI mempersembahkan Cita Tenun Indonesia "Dialektika" dalam JFW 2025

@luccayg DEWI mempersembahkan Cita Tenun Indonesia yang bertajuk Dialektika yang menjadi rangkaian Jakarta Fashion Week 2025. Model membawakan karya dari Oscar Lawalata Culture, fbudi, dan Era Soekamto yang menghidupkan kembali kain tenun. #jakartafashionweek @Jakarta Fashion Week ♬ original sound - Spark Joy✨

Jakarta Fashion Week (JFW) 2025 kembali menjadi panggung prestisius yang merayakan keindahan mode sekaligus keunikan budaya Indonesia. Salah satu acara paling ditunggu-tunggu di JFW 2025 adalah DEWI mempersembahkan Cita Tenun Indonesia: Dialektika, yang menampilkan karya dari tiga desainer kenamaan: Oscar Lawalata Culture, fbudi, dan Era Soekamto. 

Dialektika adalah sebuah metodologi yang digunakan untuk mencapai sebuah kesimpulan dari dua hal yang bertentangan. dalam prosesnya melibatkan konsep tesis sebagai landasan awal dan antitesis sebagai kontradiksi yang menghasilkan sebuah tahap akhir berupa sintesis. Tema "Dialektika" menjadi inspirasi dalam pagelaran mode ini sebagai harmonisasi antara warisan budaya Indonesia dan dinamika hidup yang terus mengalami perubahan.

Oscar Lawalata Culture mengangkat kompleksitas yang terkandung dalam Tenun Songket Halaban dari Sumatra Barat yang kaya akan nilai estetika dan sejarah Minangkabau. Oscar menggunakan pendekatan gaya hidup kontemporer yang minimalis dan praktis untuk menciptakan koleksi busana yang memukau, elegan, dan bernilai seni tinggi. Karya-karyanya dalam "Dialektika" menyampaikan narasi kuat tentang kelestarian tradisi yang tak lekang oleh waktu.

Sementara itu, fbudi menghadirkan interpretasi pada kain Tenun Sobi Muna dari Sulawesi Tenggara. fbudi dikenal karena kepiawaiannya menghadirkan busana dengan garis-garis bersih dan siluet yang simpel, namun tetap mampu menonjolkan keindahan tekstur dan motif tenun. 

Era Soekamto, desainer yang dikenal dengan konsep spiritualitas dan filosofi dalam setiap karyanya, mengangkat penyusunan ragam hias pada Tenun Cual Sambas dari Kalimantan Barat dengan Batik Tulis Jawa dalam presentasi bertajuk "Pakerti." Dialektika Filsafat wastra garapan Era Soekamto hadir dalam subtilitas nuansa maskulin pada esensi busana feminin.

Dalam pertunjukan ini, DEWI bersama Cita Tenun Indonesia berhasil memperlihatkan bahwa tenun bukan sekadar warisan tekstil, tetapi sebuah karya seni yang hidup dan terus berkembang. Karya-karya Oscar Lawalata, fbudi, dan Era Soekamto membuktikan bahwa tenun dapat menjadi bagian dari tren mode global tanpa kehilangan akar budayanya. Kolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia adalah bukti komitmen DEWI dalam menjaga kelestarian tenun sebagai warisan budaya, sekaligus mendukung kreativitas desainer Indonesia dalam menghadirkan inovasi baru.

DEWI mempersembahkan Cita Tenun Indonesia: Dialektika di JFW 2025 adalah sebuah panggung luar biasa yang mempertemukan tradisi dan modernitas dalam harmoni sempurna. Dengan Oscar Lawalata, fbudi, dan Era Soekamto di balik indahnya koleksi ini, tenun Indonesia kembali menemukan relevansinya di dunia mode global.

 


Tuesday, June 18, 2024

Romansa Koleksi Biyan Spring Summer 2025 "Fleur"

 

@luccayg Biyan Spring Summer 2025 🌸🌸🌸 #fashion #runway #catwalk ♬ BIRDS OF A FEATHER - Billie Eilish


          Menghadiri peragaan busana Biyan selalu menjadi pengalaman yang memukau. Begitu masuk ke dalam balairung Intercontinental Hotel Pondok Indah, atmosfer mewah langsung terasa dengan tata panggung yang didesain menyerupai konstruksi rumah putih bergaya era Regency. Nuansa nostalgia terpancar dari dekorasi dan tata lampu, yang membuat tamu undangan seolah diajak memasuki dunia romansa ala abad ke-18.

          Pada koleksi musim semi/panas 2025 yang bertajuk "Fleur", Biyan mengusung tema floral yang terinspirasi dari florilegium--buku ilustrasi bunga dari abad ke-17. Biyan menjelaskan bahwa bunga memiliki filosofi yang mendalam baginya. "Flowers teach me patience, they teach me to share, they teach me to have joy in the moment, they teach me about grace, and most importantly, they continue to teach me about gratitude," ungkap Biyan saat membahas koleksi Fleur. Filosofi ini diterjemahkan secara visual dalam berbagai siluet dan detail yang mewakili perjalanan dan pengalaman hidupnya melalui seni desain​.

          Begitu koleksi pertama muncul di atas panggung, perhatian tertuju pada siluet-siluet unik yang memadukan floral dengan sentuhan vintage. Nuansa romantis terpancar dari setiap gaun maksi yang berayun lembut mengikuti gerakan model, mencerminkan suasana musim semi yang feminin dan playful. Kehadiran detail bordir dan floral tiga dimensi membuat setiap busana terlihat seperti kanvas hidup, seolah bunga-bunga bermekaran langsung di atas kain. Warna-warna lembut seperti merah muda, hijau abu-abu pucat, turangga, kuning pastel, dan biru pucat berpadu dengan warna-warna royal seperti cokelat dan biru dongker, menciptakan nuansa segar yang cocok untuk musim panas. Setiap langkah para model di atas runway membawa cerita tersendiri dengan paduan busana yang detail dan penuh tekstur.

          Biyan juga menghadirkan variasi pakaian dengan layering dan aksen pita, yang memberikan dimensi visual menarik pada keseluruhan koleksi. Tidak hanya pakaian wanita, Biyan juga menampilkan pakaian pria yang menggabungkan detail floral dengan potongan boxy serta celana model pantalon, menciptakan kesan maskulin yang tetap segar.

          Saat pertunjukannya berakhir dengan tepuk tangan dari para tamu undangan, perasaan takjub dan apresiasi terhadap keindahan koleksi Biyan dengan sentuhan aristokrat era Regency abad ke-18 pun terasa begitu nyata dan tak terlupakan. Biyan mengungkapkan bahwa koleksi Fleur ini bukan hanya sekadar koleksi busana, tetapi juga bentuk ekspresi akan kebahagiaan dan rasa syukur yang ia rasakan selama perjalanan kariernya di dunia mode. Dengan koleksi Fleur ini, Biyan Wanaatmadja sekali lagi menunjukkan keahliannya dalam memadukan kreativitas, seni, dan cerita personal ke dalam busana yang elegan dan bermakna. 







Biyan Wanaatmadja
Spring Summer 2025
"Fleur"
Intercontinental Jakarta
18 Juni 2024

Monday, November 06, 2023

Eksplorasi Keindahan Alam dalam Koleksi Studio 133 Biyan Spring Summer 2024

@luccayg Menyusuri imajinasi ketenangan alam dalam koleksi Studio 133 Biyan spring summer ‘24 #runway ♬ original sound - Spark Joy✨


Studio 133 Biyan, lini ready-to-wear dari desainer kenamaan Biyan Wanaatmadja, kembali menyuguhkan koleksi Spring/Summer 2024 dengan tema keindahan alam yang berpadu dengan sentuhan modern. Terinspirasi dari "Derik Riuh Alam Senja," koleksi ini menggambarkan suasana senja yang tenang namun penuh pergerakan, menghadirkan keseimbangan antara ketenangan dan dinamisme alam.

Konsep dan Warna

Koleksi ini didominasi oleh warna-warna natural seperti moss green, camel, natural beige, nude blush, dan navy blue. Biyan menambahkan sedikit aksen warna cerah seperti kuning dan biru untuk memberikan kesan yang lebih segar dan kontemporer. Palet warna ini menciptakan nuansa yang organik dan cocok bagi mereka yang menyukai penampilan laid back namun tetap elegan.

Material dan Motif

Menggunakan bahan seperti katun, linen, dan sutra, Biyan memastikan koleksinya tidak hanya indah dilihat, tetapi juga nyaman dipakai di cuaca panas atau tropis seperti di Indonesia. Beberapa pakaian menampilkan bordir khas Italia dengan cross-stitch vintage, motif floral geometris, dan elemen grafis, yang menjadikan koleksi ini lebih menarik dan fungsional​.

Siluet dan Gaya

Koleksi ini menampilkan gaya pakaian yang boyish dan versatile dengan desain longgar untuk memberikan kenyamanan ekstra. Beberapa item yang mencolok adalah oversized bomber jacket, parka coat, jumpsuit, tunik, dress, rok A-line, hingga celana pria yang nyaman digunakan dalam berbagai kesempatan. Motif serangga seperti jangkrik dan ngengat menjadi salah satu highlight koleksi ini, memberikan kesan eksentrik yang membaur sempurna dengan konsep alam​.

Aksesoris dan Detail

Aksesoris seperti bucket hat, pocket belt, tas kanvas dengan motif serangga, sarung tangan, dan sepatu platform turut hadir melengkapi gaya outdoor yang chic. Selain itu, aksesori serangga besar menjadi pusat perhatian pada beberapa tampilan, memberikan aksen unik dan menonjol pada keseluruhan koleksi​.

Secara keseluruhan, Studio 133 Biyan untuk musim Spring/Summer 2024 tidak hanya memadukan keindahan alam dengan fungsionalitas, tetapi juga menghadirkan interpretasi baru tentang bagaimana busana bisa mencerminkan suasana hati dan keindahan senja yang hening namun penuh cerita. Koleksi ini cocok bagi mereka yang ingin tampil beda dan menghargai keindahan alam dalam setiap kesempatan berpakaian.

  

Sunday, October 29, 2023

Koleksi Kembang Setaman oleh Ivan Gunawan pada JFW 2024

@luccayg #ivangunawan #jakartafashionweek #jfw2024 ♬ bahaya tiara x arsy - Sadvibes🥀


Ivan Gunawan memukau penonton di Jakarta Fashion Week 2024 dengan koleksi terbarunya bertajuk “Kembang Setaman. Koleksi ini terinspirasi dari keindahan taman bunga di halaman belakang Istana Versailles, Prancis. Ivan menyulap runway menjadi seperti taman penuh bunga, membawa nuansa elegan dan glamor yang romantis.

Koleksi Kembang Setaman ini menggabungkan berbagai elemen floral melalui detail kelopak bunga tiga dimensi, embroidery, serta motif bunga yang menjadi bagian dari bahan renda dan tekstur busana. Busana-busana tersebut didominasi warna-warna pastel seperti pink, powdery pink, metallic green tea, serta metallic carolina blue. Ivan juga mengeksplorasi berbagai siluet, mulai dari strap dress, jumpsuit, hingga cape dress, yang menonjolkan kesan feminin dan anggun.

Beberapa busana menonjol dari koleksi ini termasuk strap dress chiffon transparan dengan motif floral gold, ballgown dress kombinasi pink dan green tea, serta tube jumpsuit berwarna metallic green tea. Selain itu, Ivan turut menghadirkan jumpsuit powdery pink yang dihiasi ruffle, serta corset dress bertekstur floral ungu pastel yang menggambarkan keindahan bunga yang bermekaran.

Detail garis leher low plunge dan cut out pada area depan menambah kesan sensual pada beberapa desainnya. Ivan bahkan memasukkan inspirasi dari era Marie Antoinette dengan penggunaan korset yang memberi nuansa klasik. Pada penutupan, koleksi ini diakhiri dengan suit pria berwarna putih yang dimodifikasi dengan ekor panjang seperti gaun wanita bangsawan Eropa abad XVII, menambah keunikan dari seluruh koleksi yang ia tampilkan di panggung JFW 2024​. 

Tuesday, June 06, 2023

Biyan Spring Summer 2024: 40 Years in Fashion

@luccayg 40 tahun berkarya, Biyan Spring Summer 2024. #runway #fashion #model #magical #forest ♬ original sound - Adityaa bagus



Biyan Wanaatmadja menandai 40 tahun perjalanan kariernya di dunia mode dengan menggelar fashion show tunggal untuk koleksi Spring/Summer 2024. Acara ini diselenggarakan pada 5 Juni 2023 di Intercontinental Jakarta, Pondok Indah. Koleksi kali ini berfokus pada unsur tropis dan corak musim panas, yang menggabungkan motif-motif seperti tropical botanical, toile du Jouy, Chinoiserie, serta anyaman yang terinspirasi dari budaya Indonesia. Material yang digunakan antara lain organza silk, crepe, cotton, twill silk, chiffon silk, tulle, sequins, dan taffeta silk yang memberikan kesan elegan namun ringan yang cocok untuk musim panas.

Koleksi tersebut juga menggunakan warna-warna netral seperti ecru dan krem, dipadukan dengan coklat, hijau olive, dan aksen warna tembaga. Siluet pakaian didominasi oleh dress longgar, gaun dengan detail payet, serta jaket bergaya maskulin yang menggambarkan perpaduan antara keanggunan dan kekuatan. Menariknya, untuk pertama kalinya Biyan turut menampilkan koleksi busana pria yang diwakili oleh kemeja dan celana dengan potongan lurus namun longgar.

Suasana peragaan busana ini juga sangat istimewa, dengan balairung Intercontinental Jakarta disulap menjadi hutan gugur. Pohon-pohon tanpa daun, serta lantai yang dipenuhi daun kering, memberikan kesan seolah-olah para tamu hadir di tengah hutan yang gersang, menciptakan pengalaman visual yang memukau dan dramatis.

Acara ini bukan hanya sebuah perayaan koleksi, tetapi juga refleksi dari perjalanan panjang Biyan di industri mode yang telah berhasil membawa rumah modenya diakui di pasar internasional, termasuk oleh berbagai retailer ternama seperti Matches Fashion, Moda Operandi, Club 21, Le Bon Marche, Lane Crawford, dan Saks Fifth Avenue​.


A serenade and magical forest, Biyan 40 years in fashion.

Spring Summer 2024 Collection

 

Sunday, June 04, 2023

Biyan SS '24: Invitation

Smells like summer and flowers and everything beautiful you can imagine. 

Sunday, January 01, 2023

JFW 2023: Moonlight Whispers

@luccayg Back to white #jfw2023 #jakartafashionweek #ivangunawan #sebastiangunawan #runway #fashion ♬ original sound - &lt3

JAKARTA FASHION WEEK 2023
Ikatan Perancang Mode Indonesia 
"Moonlight Whispers"

Pada ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2023, Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) menghadirkan koleksi bertajuk "Moonlight Whispers". Acara ini diselenggarakan pada 28 Oktober 2022 di City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Bertema nuansa romantis di bawah sinar rembulan, "Moonlight Whispers" menampilkan 36 gaun yang didesain khusus untuk koleksi gaun pengantin, menunjukkan kemewahan dan keanggunan di setiap detailnya.

Sebanyak 12 desainer anggota IPMI berpartisipasi dalam koleksi ini, antara lain Ivan Gunawan, Era Soekamto, Danny Satriadi, Chossy Latu, Ghea, Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, Andreas Odang, Denny Wirawan, Priyo Oktaviano, Eridani, dan Liliana Lim. Setiap perancang menampilkan interpretasi mereka terhadap keindahan dan keanggunan malam, menciptakan gaun-gaun yang elegan dan penuh pesona, lengkap dengan siluet yang anggun, palet warna lembut, dan detail bordir yang rumit.

Koleksi ini tidak hanya menonjolkan keindahan mode tetapi juga menekankan kerja sama antarperancang di Indonesia dalam mempromosikan industri fesyen tanah air. "Moonlight Whispers" mencerminkan dedikasi para desainer IPMI untuk menghadirkan koleksi busana yang tidak hanya memukau mata, tetapi juga mampu menyentuh emosi dan jiwa para penikmat mode

Tuesday, July 12, 2022

Biyan SS '23: Renjana

@luccayg #Biyan #SpringSummer ‘23 “Renjana” #fashion ♬ sonido original - A.

 

Pagelaran busana Biyan kembali digelar di balai riung Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta pada 11 Juli 2022 setelah dua tahun absen karena pandemi. Menjadi salah satu ajang yang selalu dinanti oleh pencinta mode Jakarta, Biyan menuangkan kerinduannya terhadap wastra Nusantara dengan menyuguhkan koleksi busana perempuan untuk musim semi/panas 2023 dalam presentasi bertajuk “Renjana”. Renjana sendiri menyingkap makna perpaduan rasa hati yang kuat antara rindu dan cinta kasih.

Tahun ini, Biyan membawa audiens memasuki perspektif yang baru melalui landas peraga yang ditata rapi dan bersih tanpa ornamen dengan pancaran cahaya bersemu jingga yang hangat dan anggun membuai mata. Rasa rindu yang dirasakan Biyan pada Nusantara, tempatnya tumbuh dan berpijak, menjadi dasar pemikiran kreatif yang membuahkan ide untuk menggabungkan corak wastra ikat sumba dan tampan lampung dengan corak-corak modern yang populer, seperti bebungaan, polkadot, juga garis-garis dengan variasi ketebalan.

Koleksi Renjana hadir dalam 100 tampilan yang mengeksplorasi garis rancang busana dengan memainkan potongan serba longgar dan rileks. Biyan mengadaptasi kebaya, kimono, gaun ringan melambai, rok sarung, hingga siluet kotak gombrong. Motif yang khas pada pilihan blazer dengan aplikasi bordir keemasan meski tampak mewah tetap mampu memberi kesan rileks dalam potongan luwes dan material ringan. Beberapa teknik yang diaplikasikan pada satu busana, ciptakan motif indah dalam warna-warna yang saling berkesinambungan, mulai dari keemasan, putih, nude, merah bata, hijau, kuning, merah jambu, jingga, biru gelap, juga hitam. Untuk pemilihan warna, Biyan ingin menunjukkan optimisme dan harapan baru. Sehingga koleksinya didominasi oleh warna-warna cerah yang menurutnya bisa mewakili setiap individu. Material yang digunakan juga sangat beragam. Mulai dari sutra ringan, linen, katun, tile, sutra twill, sutra organsa, sutra tafeta, hingga lame jacquard. Detil mengagumkan adalah salah satu kekuatan Biyan. Sulaman dan bordir menawan hingga aplikasi manik-manik, kristal, dan sequin tak lupa dihadirkan dalam koleksi Renjana.

Keunikan lain juga terasa dari permainan padu padan material transparan dengan berbagai material berbeda karakter, yang merupakan salah satu ciri khas rancangan Biyan. Untuk koleksi Renjana, Biyan mencari aneka referensi dan menemukan hal-hal menarik dari buku-buku kuno Indonesia yang diburunya dari berbagai pelosok dunia. Hasilnya, sebuah tampilan modern yang kaya akan komposisi indah. Namun, tetap sederhana, segar, dan terasa selaras dalam setiap potong. Ruang eksplorasi koleksi Renjana untuk padu padan tampak terbuka lebar bagi siapa pun yang berani dan cerdik memaknai imajinasinya. Biyan senantiasa berusaha menonjolkan sisi kemandirian, kelembutan, dan keindahan perempuan. Semua itu adalah esensi dari koleksi Renjana.


Saturday, July 09, 2022

Biyan SS '23: Invitation

 


Biyan's Spring Summer '23 invitation never fail to impress.

Friday, December 18, 2020

Studio 133 Biyan Musim Panas 2021

 

(Sumber foto: Instagram @studio133biyan yang dikolase oleh saya)

Di penghujung tahun 2020 ini, Studio 133 Biyan mengeluarkan koleksi musim panas 2021 melalui unggahan video pada akun Instagram @studio133biyan. Animasi bunga penuh warna ceria karakter khas Studio 133 Biyan membuka video yang membangkitkan semangat musim panas. Setiap koleksi dibawakan oleh model yang berjalan dalam mode cepat-lambat diiringi latar musik berketukan cepat dan tepat. Menghadirkan permainan motif bunga, bordir, dan embellishment dalam segala ukuran dan padu padan yang indah dipandang. Bucket hat seakan-akan menjadi benang merah dari koleksi sebelumnya namun tetap mencuri perhatian. Video ini seolah mengembuskan angin segar di tengah pandemi dan jenuhnya rutinitas kehidupan.