Friday, November 22, 2013

Era Soekamto - 1421


"Sebuah Interpretasi mode tentang kisah sebuah kebenaran pada tahun 1421"

Sesaat memasuki area Room B kita akan disuguhi pemandangan sepasang hiolo -tempat meletakkan dupa yang dibakar-  yang diletakkan begitu manis di atas panggung menjadi gerbang bagi deretan anggun 22 koleksi kebaya Era Soekamto dalam perhelatan tahunan IPMI Trend Show 2014 di Skenoo Hall Gandaria City. Peragaan bertajuk 1421 yang terinspirasi dari buku karangan Gavin Menzies, merupakan penerjemahan sebuah imaji dari penelusuran jalur perdagangan legendaris lintas benua yang memudarkan waktu, tempat, negara serta ras. Era Soekamto membawa kita mengarungi keindahan perjalanan sejarah dalam dimensi 2014 dan menyingkap kekayaan kultur dari berbagai penjuru dunia seperti Cina, Majapahit (Jawa), dan Eropa melalui aliran Renaissance. Jangan bayangkan sebuah koleksi yang begitu rumit, justru tema membaur tiga budaya yang cukup berat ini diterjemahkan sederhana, mengalir tenang dalam nuansa yang ringan, modern dan ready to wear.
Perlahan satu demi satu model berjalan di atas pentas dalam suasana perjalanan sejarah yang dibangun dengan music score asli hasil kerjasama dengan pemusik muda New Young Boys dan music director Tasya. Tampilan pertama kebaya kutubaru hadir dalam warna krem dengan belahan pada bagian lengan yang tampak seperti cape berbahan ringan yang melayang menjuntai sampai bawah, diberi sentuhan obi yang mengikat bawahan kain batik yang menjadi rok selutut  dengan draperi sehingga memperkaya tampilan pada bagian depan yang begitu cantik. Kebaya kartini tanpa lengan dihadirkan dalam warna rustic silver dengan bawahan batik megamendung warna cokelat yang lembut dengan masih bermain pada obi dan draperi. Gaun panjang merah dengan aplikasi lipatan origami pada bagian dada kemudian diberi obi hitam motif warna emas dan belahan rok sampai yang memiliki belahan sampai bawah memperkaya koleksi perjalanan sejarah milik Era Soekamto yang begitu indah dipandang.
 Koleksi kali ini diperkaya oleh aneka kain batik dengan corak Megamendung, Nogo dan Vas Cino milik Iwan Tirta Private Collection. Pada jajaran aksesories Era soekamto bekerjasama dengan Rinaldy A. Yunardi yang telah berhasil mengawinkan tiga elemen budaya yang muncul dalam warna emas berkarat dan perak berkarat dan diperkaya  aneka bebatuan yang diaplikasikan pada kalung yang besar dengan ukiran-ukiran khas Cina. Tatanan rambut yang dikepang hadir begitu sederhana namun kaya akan kejutan apabila melihat lebih teliti lagi terdapat dupa yang diselipkan pada ikatan rambut memberikan efek asap dalam drama totalitas perjalanan dunia.









(Foto Dok. Lucca Yoga & Marsela Christie)

No comments:

Post a Comment