Sunday, August 23, 2026

Danjyo Hiyoji: NEXT FOLK Capsule 2026

Ada banyak cara menghidupkan kembali warisan tradisional, salah satunya melalui bahasa mode masa kini. Dalam Karya Kreatif Indonesia (23/08), Svarna Nusantara menghadirkan ruang bagi wastra daerah untuk tampil lebih segar. Batik Gedog Tuban menjadi salah satu karya yang mencuri perhatian melalui koleksi Danjyo Hiyoji. Kain tradisional tersebut tampil dengan karakter kuat, tapi tetap terasa dekat dengan generasi muda. Perpaduan tradisi dan kreativitas menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana wastra terus berkembang. Koleksi ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat hadir relevan dalam gaya berpakaian masa kini.

Danjyo Hiyoji berkolaborasi dengan Batik Gedog Tuban untuk menghadirkan interpretasi baru terhadap kain tradisional. Tekstur dan motif khas Batik Gedog menjadi fondasi penting dalam pengembangan koleksi ini. Hasil kolaborasi ini tidak sekadar menempatkan kain tradisional pada busana modern. Setiap elemen dirancang untuk menjaga identitas kain sekaligus memberikan pengalaman visual yang berbeda. Kolaborasi ini mempertemukan kekayaan tradisi Tuban dengan semangat kreatif generasi masa kini.

Koleksi NEXT FOLK Capsule 2026 menonjolkan permainan motif, tekstur, siluet, dan warna yang berkarakter. Motif Batik Gedog hadir berani pada permukaan busana, menciptakan kesan visual yang kuat. Warna cokelat, hijau, dan merah marun menghadirkan nuansa hangat sekaligus elegan. Tekstur khas kain Gedog memperkuat kesan autentik dan memberikan dimensi pada setiap tampilan. Beberapa detail floral turut memperkaya motif yang sekilas terlihat abstrak. Siluet modern membuat karakter tradisional terasa lebih ringan, dinamis, dan relevan. Sentuhan peach pada bagian dalam menghadirkan keseimbangan lembut di antara karakter busana yang kuat.

Koleksi ini menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan bersama kreativitas dan perkembangan gaya hidup. Batik Gedog Tuban tidak harus selalu hadir melalui bentuk busana yang konvensional. Melalui Danjyo Hiyoji, kain tradisional memperoleh ruang untuk bercerita dengan bahasa visual yang lebih kontemporer. Svarna Nusantara turut membuka kesempatan bagi kekayaan budaya daerah untuk dikenal lebih luas. Pada akhirnya, menjaga tradisi berarti memastikan warisan tersebut tetap hidup melalui generasi berikutnya. Ketika wastra terus dikenakan, tradisi tidak hanya disimpan, tetapi juga terus berkembang.








Thursday, July 30, 2026

Tropical Aliens karya Eko Nugroho: Seni yang Menyentil Kekuasaan




Sekilas, Tropical Aliens karya Eko Nugroho terasa seperti dunia yang playful dan penuh warna. Ada karakter aneh, wajah tertutup, dan bentuk-bentuk yang terasa jenaka. Warnanya bikin mata terus ingin melihat lebih jauh. Tapi setelah beberapa saat di ruang pamer, saya sulit berhenti hanya pada tampilan luarnya. Ada sesuatu yang terus mengganjal, minta diperhatikan lebih dalam.

Di balik warna-warna itu, banyak hal sedang disentil. Soal kekuasaan, soal pemerintah, soal sistem yang harusnya melayani masyarakat. Justru sistem itu terasa makin jauh dari orang-orang yang seharusnya jadi pusatnya. Saya cukup lama memandangi beberapa karya di pameran ini. Bukan karena sulit dipahami, tapi karena terasa dekat dengan keseharian. Karya-karyanya tidak datang dengan wajah marah. Justru sebaliknya, ada humor, warna cerah, dan karakter absurd yang menyenangkan dilihat.

Semakin diperhatikan, semakin terasa ada sesuatu yang serius di baliknya. Dalam mural Tropical Aliens #5, Eko menampilkan banyak figur dengan identitas masing-masing. Mereka berada dalam satu ruang, tapi tidak semuanya terlihat menyatu. Karya ini bicara tentang keberagaman, dan bagaimana perbedaan seharusnya jadi ruang berdialog. Bukan alasan untuk saling menyingkirkan. Ada satu kalimat yang menarik perhatian saya: "STOP ARMING EGO." Sederhana, tapi rasanya sangat relevan dengan keadaan sekarang.

Dalam kehidupan bermasyarakat, banyak persoalan bermula ketika ego kelompok lebih penting dari kepentingan publik. Dalam konteks kekuasaan, persoalan ini bisa jadi lebih rumit lagi. Ketika penguasa terlalu sibuk dengan kepentingannya sendiri, masyarakat perlahan merasa makin jauh dari sistem yang harusnya melayani mereka. 

Salah satu karya yang paling menarik perhatian saya adalah Costume Party #2, "Feeding to Silence". Dari jauh, bentuknya terlihat lucu, hampir konyol. Ada figur duduk di kursi plastik dengan nampan makanan menutupi kepalanya. Nampan itu sekaligus jadi topeng, menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih pahit.

Di balik bentuk jenaka itu, ada kritik tajam soal korupsi dan penyalahgunaan kepentingan publik. Karya ini merujuk pada ironi ketika program bantuan gizi anak justru melenceng dari tujuannya. Dalam kritik Eko, yang akhirnya "kenyang" bukan mereka yang seharusnya dibantu. Melainkan pihak-pihak yang berada di balik program tersebut. Ada sesuatu yang pahit di baliknya, dan itu yang bikin saya diam cukup lama di depan karya ini.


Judul Tropical Aliens sendiri jadi makin menarik setelah melihat semua karya. Kita biasanya membayangkan alien sebagai sesuatu yang asing, datang dari luar. Tapi bagaimana kalau rasa asing itu justru muncul di tempat paling kita kenal, di negeri sendiri? Materi pameran menjelaskan bagaimana kebijakan publik yang harusnya melindungi rakyat justru bisa disalahgunakan untuk kepentingan segelintir kelompok. Dari sini, alienasi bukan lagi soal menjadi berbeda. Tapi soal bagaimana masyarakat bisa merasa makin jauh dari sistem yang seharusnya berpihak pada mereka.

Bagi saya, ini salah satu gagasan paling kuat dari pameran ini. Pemerintah dan institusi publik pada dasarnya dibentuk untuk melayani masyarakat. Ada aturan, kebijakan, anggaran, dan program yang semuanya seharusnya kembali ke kepentingan publik. Ketika hal itu bergeser, yang hilang bukan cuma kepercayaan. Ada rasa memiliki yang ikut hilang bersamanya. Mungkin di situlah alien dalam Tropical Aliens terasa lebih dekat dari yang kita kira.

Eko melihat seni sebagai sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari keadaan sosial dan politik di sekitarnya. Saya setuju dengan gagasan itu, karena karya seni tidak selalu harus memberi jawaban. Kadang cukup menjadi pertanyaan: apakah sistem yang kita bangun masih bekerja untuk masyarakat? 

Pertanyaan itu terasa berat, tapi Eko menyampaikannya lewat warna, humor, dan karakter-karakter aneh. Karyanya playful tapi tidak dangkal, warnanya cerah tapi tetap bicara sesuatu yang gelap. Saya keluar dari pameran ini bukan dengan satu kesimpulan, melainkan banyak pertanyaan yang terus terbawa pulang. Tropical Aliens adalah karya seni yang membuat kita melihat, lalu berpikir dua kali.

"Tropical Aliens"
A solo exhibitions by Eko Nugroho
At Nadi Gallery
July 2 - Aug 8, 2026
















Monday, June 01, 2026

Biyan Spring Summer 2027: Patina



BIYAN Spring/Summer 2027 "Patina" adalah salah satu pertunjukan mode yang terus bertahan dalam ingatan saya, bahkan setelah lampu panggung padam dan para tamu meninggalkan ruangan.

Awal Juni lalu, Biyan Wanaatmadja mempersembahkan koleksi terbarunya di InterContinental Jakarta Pondok Indah. Bahkan sebelum acara dimulai, rasa penasaran saya sudah muncul saat menerima undangan bernuansa hijau dan emas dengan ilustrasi pohon yang menjadi elemen utamanya. Saya bertanya-tanya, apa yang akan ditampilkan seorang desainer yang telah berkarya lebih dari empat dekade dan tetap mampu mempertahankan relevansinya hingga hari ini?

Jawabannya mulai saya temukan bahkan sebelum model pertama melangkah ke runway.

Memasuki ruangan, mata saya langsung tertuju pada ilustrasi pohon berukuran besar yang mendominasi area panggung. Bukan sekadar elemen dekoratif, pohon itu terasa menjadi pusat dari keseluruhan cerita yang ingin disampaikan malam itu. Ketika alunan piano mulai terdengar, para model berjalan dari berbagai arah, saling berpapasan dan menyilang. Gerak mereka mengingatkan saya pada akar yang tumbuh diam-diam di bawah tanah, menjalar ke berbagai sisi dan terus mencari kehidupan.

Saat itulah saya mulai memahami makna di balik nama Patina.

Dalam dunia seni dan desain, patina merujuk pada jejak yang dibentuk oleh waktu. Sebuah lapisan yang muncul secara alami melalui proses, usia, dan perjalanan panjang. Bukan sesuatu yang baru atau sempurna, tetapi justru menjadi indah karena telah mengalami banyak hal. Gagasan tersebut diterjemahkan Biyan ke dalam koleksi yang terasa sangat dekat dengan alam dan siklus kehidupan.

Alih-alih menghadirkan musim semi melalui warna-warna cerah dan nuansa yang riang, Biyan memilih pendekatan yang lebih tenang dan reflektif. Palet warna yang mendominasi koleksi ini mengingatkan saya pada suasana alam setelah hujan, seperti hijau lumut, hijau hutan, biru Prusia, moka, ecru, hingga berbagai gradasi cokelat tanah. Ada keteduhan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Sesaat saya merasa seperti sedang berjalan di bawah rindangnya pepohonan.

Kesan tersebut semakin kuat ketika Mariana Renata membuka pertunjukan malam itu. Mengenakan mantel panjang bernuansa hijau hutan yang dipadukan dengan blus berkerah dan bawahan bermotif senada, ia langsung menetapkan suasana yang akan mengalir sepanjang pertunjukan. Detail bros berbentuk burung di bagian leher menjadi sentuhan yang mempertegas hubungan koleksi ini dengan alam.

Seiring pertunjukan berjalan, perhatian saya tertuju pada permainan tekstur yang menjadi salah satu kekuatan utama koleksi ini. Linen, katun, silk twill, organza transparan, tulle, hingga lamé dipadukan dengan sangat harmonis sehingga menghasilkan dimensi yang kaya. Banyak siluet dibuat longgar dan mengalir, memungkinkan setiap material bergerak bebas mengikuti langkah para model.

Pada beberapa tampilan, lengan berukuran besar bergerak menyerupai sayap yang sedang mengepak. Efek visualnya sederhana, tetapi sangat memikat. Saya mendapati diri terus mengikuti pergerakan kain yang berubah-ubah seiring langkah para model di atas runway. Menariknya, selain motif floral yang hadir sebagai bagian dari identitas Biyan, koleksi juga menghadirkan permainan garis, motif botani, dan berbagai detail organik yang membuat keseluruhan koleksi terasa lebih matang dan berlapis. Setiap tampilan seolah memiliki cerita yang ingin disampaikan tanpa harus tampil berlebihan.

Kekaguman saya semakin bertambah ketika melihat bagaimana Biyan memainkan aksesori. Anting-anting panjang yang menjuntai, kalung berukuran besar, hingga bros berbentuk burung tampil menonjol tanpa mengalihkan perhatian dari busana itu sendiri. Justru sebaliknya, aksesori-aksesori tersebut menjadi bagian penting dari narasi koleksi. Mereka berbicara tentang alam, kebebasan, dan kehidupan yang terus tumbuh serta bertransformasi.

Di tengah dominasi koleksi perempuan, lini menswear juga hadir dengan potongan santai, seperti celana pendek longgar dan kemeja berpotongan rileks menghidupkan nuansa musim panas yang ringan dan effortless. Ada sentuhan gaya kota-kota pesisir Eropa. Namun, tetap terasa memiliki identitas Asia yang kuat melalui permainan tekstur dan layering khas Biyan.

Ketika pertunjukan berakhir dan para model melakukan final walk, saya menyadari bahwa yang paling membekas adalah suasana yang dibangun sepanjang pertunjukan. Patina bukan koleksi yang berusaha menjadi paling mencolok atau paling ramai. Ia tidak berteriak untuk menarik perhatian. Sebaliknya, koleksi ini mengajak penontonnya untuk melambat sejenak, menikmati detail-detail kecil, dan menghargai proses yang sering kali luput dari perhatian.

Mungkin karena itulah koleksi ini terasa begitu relevan dengan kehidupan saat ini. Di tengah dunia yang serba cepat dan instan, Patina mengingatkan bahwa ada keindahan yang hanya bisa lahir dari waktu. Dari perjalanan panjang. Dari proses bertumbuh yang berlangsung perlahan dan sering kali tidak terlihat. Dan bagi saya, itulah yang membuat malam itu begitu berkesan.


Sunday, May 31, 2026

Darurat Korupsi Indonesia: Agenda Reformasi Sistem dan Pemulihan Aset

 



Korupsi masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Meskipun berbagai operasi penindakan telah dilakukan, kasus korupsi terus bermunculan dengan beragam modus dan pelaku.

Melalui video ini, saya membahas bagaimana korupsi tidak hanya disebabkan oleh individu, tetapi juga dipengaruhi oleh kelemahan sistem tata kelola. Video ini juga mengulas pentingnya reformasi sistem, pemulihan aset hasil korupsi, serta penguatan budaya integritas sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang lebih efektif.

Saturday, May 30, 2026

Partisipasi Publik di Indonesia: Sejauh Mana Suara Warga Didengar?

 


Indonesia memiliki berbagai saluran partisipasi publik, mulai dari Musrenbang, konsultasi publik, hingga aplikasi pengaduan digital seperti SP4N-LAPOR!. Namun, apakah suara masyarakat benar-benar memengaruhi kebijakan pemerintah? Ataukah partisipasi hanya menjadi formalitas tanpa tindak lanjut yang jelas?

Dalam video ini, saya membahas sistem partisipasi publik yang telah dibangun di Indonesia yang menghadapi tantangan partisipasi semu dan fenomena "No Viral, No Justice". Video ini juga memberikan rekomendasi kebijakan untuk mewujudkan partisipasi yang lebih bermakna, transparan, dan antikorupsi. Partisipasi masyarakat bukan sekadar hak warga negara. Partisipasi adalah fondasi pelayanan publik yang etis, akuntabel.

Friday, April 10, 2026

Biyan x James Jean









Photo courtesy of Biyan.

 

Wednesday, March 18, 2026

Biyan Spring Summer 2026 in Bangkok

 





Foto: Courtesy of Biyan

Koleksi Spring/Summer 2026 Biyan di The Glass House, Nai Lert Park, Bangkok.

Wednesday, January 07, 2026

Monday, December 01, 2025

Studio 133 Biyan Spring/Summer 2026 "Reforged"



    Studio 133 Biyan membuka koleksi Spring/Summer 2026 di InterContinental Jakarta Pondok Indah pada Senin, 1 Desember 2025, dengan cara yang tidak biasa, hening, perlahan, dan penuh permenungan. Di tengah tren cepat dan gemerlap, “Reforged” tampil sebagai ajakan untuk kembali pada akar, kejujuran, dan keindahan yang lahir dari proses panjang.Latar rumah tua berlapis seng yang dibiarkan apa adanya menjadi panggung yang jujur. Tidak ada kilau berlebihan, hanya ruang yang apa adanya, yang justru mempertegas kelembutan dan detail koleksi.

    Show diawali dengan dua model yang berjalan berpasangan. Gerak mereka serupa. Namun, berbeda dalam detail, memberi gambaran tentang identitas yang lentur dan terus berkembang. Formasi yang berubah sepanjang show menambah narasi tentang fluiditas tentang bagaimana identitas, gender, dan ekspresi bisa terus bergerak tanpa kehilangan inti.

    Koleksi ini banyak mengambil inspirasi dari pakaian kerja dan material tahan lama. Namun, Studio 133 Biyan mengolahnya menjadi siluet yang lebih lembut dan kontemporer, seperti jaket struktural, jumpsuit longgar, celana baggy, tunik yang mengikuti gerak tubuh, hingga cocoon shapes yang khas. Palet warna bergerak dari nada industrial ke warna-warna lebih hidup (hijau, biru, merah, oranye) seperti proses transformasi. Motif pun berperan sebagai arsip kecil, seperti garis-garis, geometri, hingga ilustrasi fauna yang mengingatkan pada dunia yang terus berubah. Keahlian tangan tetap menjadi pusat perhatian. Sulaman tipis, konstruksi twisted, dan manik-manik yang nyaris tak terdengar membuat setiap busana terasa personal, seperti karya yang lahir dari ketekunan, bukan sekadar dekorasi.

   Di tengah dunia mode yang sering mengejar hal baru, “Reforged” mengingatkan bahwa nilai dari sebuah proses tetap hidup meski waktu mengikisnya. “Reforged” bukan hanya koleksi musim panas, ia adalah cara pandang bahwa keindahan lahir bukan dari kesempurnaan, tetapi dari keaslian.

Sunday, November 30, 2025

A Curious Journey by Olafur Eliasson


Multiple Shadow House (2010) karya Olafur Eliasson dalam pameran “A Curious Journey” di Museum MACAN adalah instalasi dengan dinding berupa layar proyeksi tembus cahaya, yang disorot oleh lampu halogen berwarna oranye, merah, biru, dan hijau hingga membentuk rona-rona cerah di permukaan layar.

Saat kita masuk, siluet tubuh muncul sebagai bayangan berlapis-lapis dalam berbagai warna yang bergerak dinamis di kedua sisi layar. Permainan cahaya, warna, dan bayangan yang terus berubah membuat kehadiran serta gerak kita menjadi bagian tak terpisahkan dari karya, seolah ruangnya berubah menjadi “arsitektur” dari gestur-gestur yang sementara, yang hanya ada selama kita hadir di dalamnya.


Kiri: Multiverses and Futures (2017)
Kanan: Yellow Corridor (1997)

Kiri: Moss Wall (1994) dan The Last Seven Days of Glacial Ice (2023);
Kanan: Circumstellar Resonator (2018)


Depan: Beauty (1993)
Belakang: Multiple Shadow House (2010)




 

Saturday, November 29, 2025

Destinasi Kuliner Salatiga dan Sekitarnya

Postingan ini dibuat untuk mendokumentasikan destinasi saat jalan-jalan di Kota Salatiga dan sekitarnya, mulai dari kuliner, kafe buat santai, sampai tempat aktivitas. Daftar ini akan dilengkapi dan diperbarui secara berkala seiring saya mengumpulkan serta merapikan dokumentasi yang selama ini tertimbun. Semoga bisa jadi referensi buat kamu yang lagi cari ide wisata singkat di area Salatiga dan sekitarnya.

Salatiga


Ronde Sekoteng Jago (Sejak 1964)
Alamat: Jalan Jenderal Sudirman No. 9, Kutowinangun Kidul, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, 50724
Telepon: 0298 6031859
Jam Buka: Senin-Minggu, 13:00-21:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/rondejago/?hl=en 

Salah satu kuliner legend di Salatiga ini termasuk hidden gem karena lokasinya agak “ngumpet”. Dari Sate Sapi Suruh tidak jauh ada gang dan rondenya ada di dalam gang tersebut. Saat datang saya langsung antre memesan wedang ronde sekoteng. Rasanya sedikit manis dengan isiannya ada bola ronde besar (isi kacang), ronde kecil, kolang-kaling, kacang tanah, sagu delima, agar-agar, rumput laut, serta manisan tangkwe dan manisan kulit jeruk yang wangi. Harganya Rp17.500, bisa bayar QR atau tunai. Di sana juga ada menu batagor dan mi kopyok.


Sate Sapi Suruh dan Bakso
Alamat: Komplek Ruko 16 No. F1 Pasaraya 2, Jalan Jenderal Sudirman, Kutowinangun Kidul, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, 50724
Telepon: (0298) 315322
Jam Buka: Senin-Minggu, 09:30-21:30 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/satesapisuruh/?hl=en

Sate Sapi Suruh adalah warung sate sapi khas warung kaki lima yang selalu ramai pengunjung. Menu favorit tentu saja sate sapi dengan potongan daging besar, empuk, dibakar pas dengan aroma smokey disajikan bersama bumbu kacang, plus lontong sebagai pelengkap. Harga untuk 10 tusuk sekitar Rp40.000, sebanding dengan kualitas daging dan porsinya yang mengenyangkan.


(Kiri) Toko Kopi Juwalan Kupi 729 
Alamat: Jalan Jenderal Sudirman, Kalioso, Kutowinangun Kidul, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah
Jam Buka: Senin-Minggu, 07:00-17:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/juwalanroastery/?hl=en

(Kanan) Soto Goto
Alamat: Jalan Tembus Tamansari No. 10, Kutowinangun Lor, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, 50742
Telepon: 0812-2774-0702
Jam Buka: Senin-Minggu, 06:45-16:30 WIB


Mi Ayam dan Bakso RR Kemuning
Alamat: Jalan Kemuning, Kalicacing, Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah 50724
Jam Buka: Senin-Sabtu, 10:00 s.d. 20:00 WIB


Timlo Bu Ning
Alamat: Jalan  Dr. Muwardi No. 34, Gendongan, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, 50743
Telepon: 0812-2842-0001
Jam Buka: Senin-Minggu, 06:00-10:00 WIB


Sambal Tumpang Mbah Rakinem
Alamat: Jalan Nakula Sadewa III No. 13, Dukuh, Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah, 50722
Telepon: 0838-4159-3710
Jam Buka: Selasa-Minggu, 06:30-10:00 WIB


Ayam Goreng dan Tumpang Koyor Bu Yusro
Alamat: Jalan Lingkar Selatan Salatiga, Blotongan, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah 50711
Telepon: 0858-7651-2345
Jam Buka: Senin-Minggu, 07:00-21:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/buyusro_ayamgoreng/?hl=en 

Wedang Ronde Ny. Ong
Alamat: Jalan Langensuko No. 27, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah ,50711
Telepon: 0858-6621-9109
Jam Buka: Senin-Jumat, 08:00-21:00 WIB; Sabtu-Minggu, 08:00-22:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/rondeny.ong/?hl=en

Ronde Ny. Ong juga ronde legendaris di Salatiga yang menempati bangunan tua bergaya Belanda. Menu andalannya adalah Ronde Sekoteng lengkap dengan camilan tradisional seperti tahu petis dan risol. Harga ronde sekoteng sekitar Rp12.000.


Kafeole
Alamat: Jalan Tentara Pelajar No. 61, Mangunsari, Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah, 50519
Telepon: (0298) 314136
Jam Buka: Senin-Minggu, 09:00-22:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/kafeole.resto/?hl=en 


Manna Resto
Alamat: Jalan Patimura No. 30, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, 50711
Telepon: 0812-2870-7172
Jam Buka: Selasa-Minggu, 11:00-21:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/mannaresto/?hl=en


Pitu Rooms
Alamat: Jalan Sukowati No. 33, Kalicacing, Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah, 50724
Telepon: wa.me/6287882525777
Jam Buka: Senin-Minggu, 06:00-22:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/piturooms/?hl=en

Langit Senja Café by Bumi Kayom
Alamat: Kutowinangun Kidul, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, 50742
Telepon: 0812-5994-6566
Jam Buka: Senin-Minggu, 11:00-21:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/bumikayom_official/?hl=en


Arundaya Resto by Bumi Kayom
Alamat: Kutowinangun Kidul, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, 50742
Telepon: 0823-2887-3836
Jam Buka: Senin-Minggu, 11:00-21:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/kafeole.resto/?hl=en


Teak Tree Eatery & Living
Alamat: Jalan Soekarno Hatta No. 113, Cebongan, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, 50736
Telepon: 0821-3552-8866
Jam Buka: Senin-Minggu, 08:00-20:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/teaktree.id/?hl=en


Kayu Arum Resort
Alamat: Ringinawe, Jalan Magersari, Ledok, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, 50733
Telepon: 0815-7603-631
Jam Buka: Swimming Pool, 07:00-16:30 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/kayuarum/


(Kiri) Singkong Keju D-9
Alamat: Jalan Argowiyoto No. 8A, Ledok, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, 50732
Telepon: 0857-4001-4832
Jam Buka: Senin-Minggu, 09:00-20:30 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/cafetelo_d9/

(Kanan) Kedai Kopi Pagi Menyapa
Alamat: Jalan Argowiyoto, RT. 03/RW. 02, Ledok, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, 50732
Jam Buka: Senin-Minggu, 08:30-21:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/pagimenyapa.id/?hl=en


Wonder Bakery
Alamat: Jalan Ahmad Yani No. 18, Kalicacing, Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah, 50724
Telepon: 0812-3555-0552
Jam Buka: Senin-Minggu, 06:00-22:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/wonderbakery.official/?hl=en



Naruna Space (Pottery and Café)
Alamat: Jalan Sawosari No. 2, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, 50714
Telepon: 0857-0265-7469
Jam Buka: Café 11:00-20:00 WIB, Pottery 09:00-16:30 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/naruna.space/?hl=en


Jajanan Pasar
(Kiri ke Kanan) Tahu Petis, Tahu Campur, Mendhut, Mentho, Gethuk
Alamat: Pasar Salatiga dan Pasar Ambarawa


Pixco Studio Photo
Alamat: Jalan Bulu Sari Raya No. 32, RT.06/RW.06, Tegalrejo, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, 50733
Telepon:  0813-9325-0088
Jam Buka: Senin-Jumat, 12:00-19:00 WIB, Sabtu-Minggu, 09:00-21:00 IWB
Media Sosial: https://www.instagram.com/pixcostudio/?hl=en


(Kiri) Naik Andong di Alun-alun Lapangan Pancasila
Alamat: Jalan Lapangan Pancasila, Kalicacing, Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah, 50724

(Kanan) Milky Verse Playground
Alamat: Ramayana Salatiga, Jalan Pemuda No. 1, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, 50711
Jam Buka: Senin-Minggu, 11:00-21:30 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/milkyverse_salatiga/?hl=en


Sekitar Salatiga


Senyawaa Coffee and Eatery
Alamat: Jalan H. Ilyas No. 23, Ngablak Kidul, Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50773
Telepon: 0812-3800-8383
Jam Buka: Senin-Kamis, 11:00-23:00 WIB; Jumat, 13:00-23:00 WIB; Sabtu-Minggu, 09:00-23:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/senyawaa.salatiga/


Boemisora
Alamat: Jalan Tulangan, Polobogo, Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50774
Telepon: 0821-3552-7500
Jam Buka: Senin-Jumat, 09:00-18:00 WIB; Sabtu-Minggu, 08:30-20:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/boemisora/?hl=en


Cerita Kita Cafe & Eatery
Alamat: Jalan Ngablak-Grabag, Krangean, Ngablak, Magelang, Jawa Tengah, 56194
Telepon: (0298) 3435999
Jam Buka: Senin-Minggu, 10:00-20:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/ckceritakita/?hl=en


Tungkubumi
Alamat: Jalan Kalimosodo, Kluwihan, Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Telepon: wa.me/6281327777372
Jam Buka: Senin-Jumat, 10:00-22:00 WIB; Sabtu-Minggu, 08:00-22:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/tungkubumi/


Khatulistiwa Garden (Petik Stroberi)
Alamat: Jl. Langen Harjo, Baharan, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Telepon: 0822-3166-6485
Jam Buka: Senin-Minggu, 08:00-16:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/khatulistiwa.garden/?hl=en


Sate Sapi Pak Kempleng 1 
Alamat: Jalan Diponegoro No. 265, Genuk Timur, Genuk, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50512
Telepon: (024) 6923314
Jam Buka: Senin-Minggu, 09:00-19:30 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/satekempleng1/


Nissin Emporium dan Cafe 
Alamat: Jalan Raya Semarang-Salatiga KM. 23, Ungaran, Jawa Tengah, 50519
Telepon: 024-6923454
Jam Buka: Minggu-Senin, 09:00-20:00 WIB; Selasa-Sabtu 08:00-20:00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/nissin_emporium/?hl=en


Tahu Baxo Ibu Pudji
Alamat: Jalan Diponegoro No. 14, Mijen, Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50514
Telepon: 024) 76914420
Jam Buka: Senin-Minggu, 07.00-21.00 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/tahubaxo_ibupudji/?hl=en


Hortimart Agro Center
Alamat: Jalan Soekarno-Hatta, Bawen, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50661
Telepon: (0298) 592344
Jam Buka: Senin-Jumat, 09:00-17:00 WIB; Sabtu-Minggu, 09:00-17:30 WIB
Media Sosial: https://www.instagram.com/hortimartagrocenter/?hl=en